Trending

KDRT, Istri Dipaksa Masukan Botol Saat Hubungan Badan

Jumat, 18 September 2015 - 13:00 WIB - dibaca 15.426 kali
Bagikan
KDRT, Istri Dipaksa Masukan Botol Saat Hubungan Badan
ilustrasi / GettyImages

Cerita kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seakan tiada akhir. Kali ini menimpa ibu muda dari Tangerang yang dipukuli dan dianiaya suaminya. Bahkan, sang suami kerap memasukkan botol bir ke dalam alat kelaminnya. 

"Kami tengah mendampingi kasus ini, dan sudah dilaporkan ke kepolisian tapi sang suami kabur ke Tegal," kata kuasa hukum korban, Abdul Hamim Jauzi seperti dikutip dari detikcom, Jumat (18/9/2015).

Sepasang suami istri itu menikah pada 2014 silam dan tidak berapa lama mendapatkan buah hati seorang anak lelaki. Namun kebahagiaan itu hanya sebentar, si suami kerap melakukan kekerasan fisik, psikologi hingga seksual. 

"Selama pernikahan selalu saja keributan. Hampir dalam satu minggu, minimal ada tiga kali keributan kecil yang selalu dibesar-besarkan," cerita Hamim.

Adu mulut berujung adu fisik dan si istri jelas kalah kuat. Pernah suatu kali sebuah kursi melayang ke tubuh si istri hingga kepalanya berdarah. Kekerasan fisik bisa berubah menjadi kekerasan seksual.

"Kerap dalam berhubungan badan, kemaluan istri dimasuki botol miras. Jika tidak mau maka istri dipukuli," ujar Hamim.

Pertengakaran ini sudah diketahui keluarga tetapi si suami cuek. Sang suami yang tidak mempunyai pekerjaan tetap terus saja menyiksa istrinya.
"Tiap kali melakukan kekerasan, lalu suami minta maaf. Karena melihat anak mereka, istri memaafkan," tutur Hamim.

Kesabaran istri tidak terbendung saat si suami membawa kabur anak mereka ke Tegal. Sebagai ibunda, ia tidak ingin terpisah dengan belahan jiwanya itu.

"Awalnya kami laporkan melarikan anak di bawah umur tapi ditolak. Kini kami melaporkan ke polisi soal KDRT tersebut. Untuk perceraiannya juga sedang diurus. Harapan si istri sekarang bisa berkumpul kembali dengan anaknya dan bercerai," pungkas Hamim. 

sumber: detik.com

Tags

KOMENTAR

Komentar yang dikirimkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim komentar.

Unable to open file!