Trending

Melantai Di Bursa Blue Bird Kantongi Rp 2,4 T

Rabu, 05 November 2014 - 18:04 WIB - dibaca 1.097 kali
Bagikan
Melantai Di Bursa Blue Bird Kantongi Rp 2,4 T
google image

PT Blue Bird Tbk (BIRD) secara resmi tercatat sebagai emiten ke-19 yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Rabu (5/11). Dengan melepas saham ke publik (initial public offering/IPO) sebanyak 376,5 juta saham senilai Rp 6.500 per saham, Blue Bird mengantongi dana Rp 2,4 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari kisaran harga penawaran awal Rp 7.200-Rp 9.300 per saham.

Tiga menit setelah perdagangan awal dibuka pukul 09.00 WIB tadi pagi, harga saham Blue Bird meningkat 18,46 persen ke angka Rp 7.500 per saham dengan total transaksi sebesar Rp 10,67 miliar atau 2.800 lot saham. Saat berita ini diturunkan, saham Blue Bird diperdagangkan dengan harga Rp 7.375 per saham.

"Dana yang akan diperoleh dari IPO ini 53,04 persen akan digunakan untuk melunasi pinjaman, dan 46,96 persen sisanya akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan. Kami memperkirakan sebanyak 65 persen pembeli saham kami akan dipenuhi dari investor asing dan 35 persen dari investor domestik," kata Direktur Keuangan Blue Bird Robert Rerimasie, Rabu (5/11).

Robert menambahkan bahwa porsi terbesar belanja modal akan digunakan perseroan untuk membeli armada baru untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah penumpang taksi sebesar 16 persen selama lima tahun ke depan. "Kondisi ini kami prediksi akan meningkatkan pendapatan yang lebih besar pada periode mendatang, yang untuk tahun ini pertumbuhan pendapatannya ditargetkan sebesar 23 persen dan net income sebesar 36 persen," jelas Robert.

Listing Blue Bird dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan surat pernyataan efektif untuk melakukan IPO pada 29 oktober 2014. "Dengan terdaftarnya Blue Bird di bursa saham Indonesia, kami akan senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku dan berusaha melaksanakan good governance," kata Direktur Utama Blue Bird Purnomo Prawiro.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Ito Warsito yang hadir pada acara pencatatan saham perdana Blue Bird berpendapat hadirnya Blue Bird di pasar modal bisa menjadi salah satu saham wajib koleksi para investor ke depan. "Diperdagangkan dengan kode BIRD, diharapkan bisa terbang tinggi. Tapi sekali-kali harus tetap hinggap," ujar Ito.

Dalam melaksanakan IPO, Blue Bird menunjuk PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT UBS Securitties Indonesia Indonesia sebagai penjamin emisi efek. Penjamin emisi telah membantu perseroan melakukan roadshow di tujuh kota besar yaitu Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Hong Kong, London, New York, dan Boston untuk menawarkan sahamnya ke investor

Tags

KOMENTAR

Komentar yang dikirimkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim komentar.