Trending

Prabowo Dukung Pemerintah Naikkan Harga BBM

Sabtu, 15 November 2014 - 16:30 WIB - dibaca 792 kali
Bagikan
Prabowo Dukung Pemerintah Naikkan Harga BBM
gettyimage/ed wray

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang ingin menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Kompetitor Jokowi dalam memperebutkan kursi Republik Indonesia 1 dalam pemilihan presiden kemarin hanya meminta Jokowi memikirkan nasib rakyat kecil yang akan terdampak kenaikan harga BBM tersebut.

"Pemerintah harus melakukan antisipasi yang baik, yang paling penting dipikirkan antisipasi untuk rakyat yang paling lemah dan yang paling miskin agar tidak memberatkan," ujar Prabowo di Kediaman Hatta Radjasa, Jakarta, Jum'at (14/11) malam.

Untuk itu, Prabowo meminta para anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk tidak menilai terlalu keras terkait rencana kebijakan pemerintah ini. "Kita lihat nantilah, kan ini belum resmi dari pemerintah, kita tunggu saja," ujar Prabowo.

Pernyataan Prabowo ini sendiri untuk menyikapi isu seputar harga kenaikan BBM, sebelumnya kebijakan harga kenaikan BBM sudah dihembuskan secara kencang oleh pemerintah. Kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan pemerintah tidak akan memaksakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terlalu tinggi agar tidak memberatkan masyarakat.
 
"Tidak akan bagus dampaknya bagi masyarakat Indonesia jika pemerintah memaksakan menaikkan harga BBM terlalu tinggi. Tentu pemerintah sesuaikan dengan kondisi yang ada," ujar JK.

Menurutnya pemerintah sedang menghitung ulang tingkat kenaikan harga BBM yang paling realistis dengan mempertimbangkan posisi terkini harga minyak dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika ditanya apakah kenaikan harga BBM masih dijadwalkan pada tahun ini atau akan ditunda, JK menjawab singkat. "Ya tunggu saja itu, tenang saja," ucap JK santai.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo memperkirakan setiap kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.000 per liter, maka akan menambah inflasi sekitar 1,3 persen. Estimasi ini berlaku pula untuk kelipatannya, di mana jika diputuskan kenaikannya sebesar Rp 3.000 per liter, maka berpotensi melonjakan inflasi sekitar 3,9 persen.

"Dengan demikian, jika inflasi tahun ini diperkirakan menyentuh batas atas dari asumsi 4,5 persen plus minus 1 persen, maka ada potensi inflasi menyentuh level 8,4 persen," tutur Agus.

Tags

KOMENTAR

Komentar yang dikirimkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim komentar.

Unable to open file!