Trending

Tentara Anak ISIS Dilatih Di Ring Ala UFC

Selasa, 23 Juni 2015 - 16:14 WIB - dibaca 1.146 kali
Bagikan
Tentara Anak ISIS Dilatih Di Ring Ala UFC
google image

TERKAIT

ads

Kelompok militan ISIS merilis video propaganda terbaru mereka. Kali ini video tersebut menampilkan latihan pertarungan tentara anak ISIS di dalam sebuah arena yang mirip ring Ultimate Fighting Championship atau UFC.

Diberitakan The Independent, Senin (22/6), video berdurasi tujuh menit itu telah dirilis di media sosial sejak 10 hari lalu. 

Dalam video, tentara anak ISIS terlihat memakai pakaian tempur, lengkap dengan penutup wajah balaclava di sebuah tempat yang mirip fasilitas militer.

Mereka berlatih bela diri, saling memukul dan membanting di dalam ring mirip kandang, persis seperti pada laga pertarungan gaya bebas UFC. Latihan juga mencakup cara melucuti pistol di tangan lawan.

Seorang pelatih yang mengenakan baju loreng terlihat berada di tengah mereka. Di pintu ring, ada seorang tentara bersenjata laras panjang berjaga.

Anak-anak petarung dalam video itu juga berlatih mematahkan tumpukan genteng, tubuh mereka dipukul dengan kayu, dan gerakan-gerakan bertarung mirip karate. Segmen lainnya memperlihatkan anak-anak itu merangkak sementara tentara ISIS menembakkan senjata dekat kepala mereka.

ini bukan kali pertama ISIS menggunakan anak-anak dalam video mereka. Sebelumnya, seorang tentara anak ISIS terekam mengeksekusi mati tahanan di Suriah.

Menurut Charlie Winter, peneliti di lembaga think tank terorisme di London, Quilliam Foundation, mengatakan bahwa video yang dirilis di bulan Ramadan ingin menunjukkan aset-aset ISIS di masa mendatang.

"Mereka ingin menunjukkan kenyataan bahwa ini adalah generasi ISIS selanjutnya. Walau mereka masih anak-anak dan butuh bertahun-tahun sampai benar-benar menjadi aset militer, ISIS mencoba menunjukkan bahwa mereka akan bertahan hingga waktu lama," ujar Winter.

Winter mengatakan, ISIS melakukan perencanaan yang matang dalam membuat video itu. Seperti video-video sebelumnya, lanjut Winter, tayangan kali ini juga dikoreografi dengan baik demi memunculkan semangat kepahlawanan.

"Menggunakan anak-anak sebagai propaganda adalah cara yang mudah untuk mencuri perhatian. Cara mereka melatih anak-anak ini, seakan menunjukkan masalah ini akan bertahan lama," kata Winter. 

sumber: cnnindonesia

Tags

KOMENTAR

Komentar yang dikirimkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim komentar.

Unable to open file!