Trending

Tolak 64 Grasi Terpidana Mati Kasus Narkoba Jokowi Dikecam Lembaga HAM

Rabu, 10 Desember 2014 - 16:42 WIB - dibaca 1.554 kali
Bagikan
Tolak 64 Grasi Terpidana Mati Kasus Narkoba Jokowi Dikecam Lembaga HAM
google image

Presiden Joko Widodo memastikan akan menolak grasi yang diajukan 64 terpidana mati kasus narkotika dan obat terlarang (narkoba). Lembaga HAM internasional menilai keputusan tersebut tidak adil dan menggeneralisir persoalan.

Perwakilan Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Comission on Human Rights (AICHR) Rafendi Djamin mengatakan penolakannya perihal ketegasan hukum dijadikan dalih penerapan hukuman mati.

"Ketegasan salah kaprah kalau ditunjukkan dengan penerapan hukuman mati," ujar Rafendi Djamin dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (10/12).

Lebih jauh, ia menuturkan hukuman mati tak akan memberikan efek jera bagi pelaku dan bandar narkoba. Menurutnya, sejumlah kajian telah menunjukkan tidak adanya korelasi antara hukuman mati dengan tingkat kriminalitas di sebuah negara.

"Contohlah Malaysia, yang menerapkan hukuman mati tapi tingkat kejahatan narkoba tidak juga menurun," ujarnya. Hal yang sama, katanya, akan terjadi di Indonesia.

"Indonesia sudah menerapkan de facto moratorium hukuman mati pada 2014 dan kami dalam upaya mengubah kebijakan soal penerapan hukuman mati. Sekarang Indonesia berbalik, atas nama ketegasan," ujarnya.

Menurutnya, untuk menunjukkan ketegasan hukum sejumlah kebijakan lainnya dapat dilakukan seperti memerangi korupsi di lingkungan lembaga pemasyarakatan dan peradilan.

Tags

KOMENTAR

Komentar yang dikirimkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim komentar.

Unable to open file!