SELUMA- Warga Kabupaten Seluma menagih janji pemerintah pasalnya ruas jalan penghubung Desa Kemang Manis menuju Desa Kayu Elang, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, kondisi jalan tanah nyaris lumpuh akibat rusak parah, berlumpur, dan dipenuhi kubangan dalam usai diguyur hujan.
Sejumlah pengendara sepeda motor pada Minggu (16/5/2026) terpaksa putar balik karena tidak mampu menaklukkan tanjakan licin di jalur tersebut.
“Terpaksa putar balik, tidak sanggup naik. Lihat sendiri jalannya,” ujar Eno, warga yang hendak menuju Desa Kayu Elang.
Pantauan di lokasi, badan jalan dipenuhi lumpur tanah merah dengan bekas roda membentuk parit panjang. Kondisi itu membuat kendaraan sulit melintas, terutama di titik tanjakan.
Warga menyebut kerusakan terparah berada di tiga titik, yakni sebelum SD, depan puskesmas, dan tanjakan Tebing Makam. Pengendara disebut harus menggunakan rantai ban agar kendaraan bisa melewati jalur tersebut.
“Kalau ban biasa, motor pasti selip dan tidak akan mampu naik,” kata warga Kemang Manis.
Jalan itu merupakan akses utama masyarakat untuk aktivitas harian, termasuk mengangkut hasil kebun dan kebutuhan pokok. Namun hingga kini, kerusakan disebut terus dibiarkan tanpa perbaikan nyata.
Warga mengaku keluhan terkait jalan rusak itu sudah berulang kali disuarakan, termasuk melalui media sosial. Bahkan, warga sempat menanam genjer di badan jalan sebagai bentuk protes atas buruknya akses penghubung antar desa tersebut.
“Sudah sering diviralkan, tapi belum ada tindak lanjut dari pemerintah,” ujar warga lainnya.
Akibat kondisi itu, sebagian warga memilih memutar lewat Ulu Talo yang jaraknya lebih jauh, namun dinilai lebih aman dilalui kendaraan.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Seluma dan Pemerintah Provinsi Bengkulu segera turun tangan memperbaiki ruas jalan tersebut sebelum akses antar desa benar-benar terputus. Mereka meminta pemerintah tidak lagi menunggu kondisi semakin parah karena jalan itu menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat di wilayah Semidang Alas.
“Jangan tunggu ada korban atau akses putus total. Kami cuma ingin jalan ini layak dilalui,” kata salah seorang warga.












