Dengan perhitungan tersebut, petani berpotensi menghemat hingga Rp2,3 juta per hektare. Waktu panen satu hektare lahan juga dapat dipangkas menjadi sekitar 1,5 hingga 2,5 jam, dibandingkan dua sampai tiga hari menggunakan cara manual.
Mian mengapresiasi dukungan BI Bengkulu yang dinilai membantu memperkuat sektor pertanian daerah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk menjaga produktivitas pangan, terutama di tengah ancaman El Nino.
“Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan. Dukungan teknologi pertanian dapat meringankan pekerjaan petani, menekan biaya produksi, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan,” kata Mian.
Perwakilan Kelompok Tani Mekar Sari, Ngadimo, menyampaikan apresiasi kepada BI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas bantuan tersebut. Ia berharap Combine Harvester dapat meningkatkan efektivitas panen dan memberikan manfaat bagi anggota kelompok tani.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Bupati Mukomuko Choirul Huda, Wakil Bupati Rahmadi AB, Sekretaris Daerah Marjohan, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu Desman Siboro.







