Alaku
Alaku

A Munir : Wartawan Jangan Kalah oleh AI

Ketu PWI Pusat A Munir menyerakan Surat Keputusan (SK) Pengurus kepada Ketua PWI Bengkulu, Marsal Abadi. (Foto : Ist 4/10/2026)

Bengkulu- Era kecerdasan buatan (AI) memaksa wartawan meningkatkan kemampuan. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, A Munir, menegaskan wartawan yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi dan perubahan industri media akan tertinggal dan ditinggalkan publik.

Hal itu disampaikan Munir saat pelantikan pengurus PWI Provinsi Bengkulu periode 2026–2031 dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) di Balai Semarak Bengkulu, Minggu malam (4/10/2026).

Menurut Munir, perkembangan AI telah mengubah cara informasi diproduksi dan dikonsumsi masyarakat. Karena itu, ia menilai wartawan tidak cukup hanya mampu menulis, tetapi juga harus menguasai teknologi, menggali data, melakukan verifikasi, mengolah informasi, serta menyajikan berita melalui berbagai kanal digital.

Munir mengatakan AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti wartawan. Menurut dia, kemampuan memverifikasi fakta, memahami konteks, menggali informasi, serta menghadirkan empati dan kepekaan manusia tetap menjadi kekuatan utama kerja jurnalistik.

“Kalau mampu beradaptasi dengan lingkungan dan lanskap industri yang baru, kemudian menjadikan inovasi dan kemampuan itu untuk menciptakan kualitas berita yang dicari publik, di situlah peran pers dan wartawan tidak akan pernah mati,” tegas Munir.

Dalam kesempatan itu, Munir juga menyoroti adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan dan, menurutnya, melakukan tindakan seperti menakut-nakuti, memeras, hingga menipu. Ia menyebut sejumlah kasus terkait praktik tersebut telah banyak diproses secara hukum.

Munir menilai praktik yang dilakukan oknum tersebut dapat mencoreng profesi jurnalistik. Karena itu, ia menekankan pentingnya kompetensi, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik bagi setiap wartawan.

Penulis: HasanEditor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *