Alaku
Alaku

Anatomi Kepemimpinan Helmi Hasan, Ketika Kebijakan Membumi dan Terukur

Oleh: Anto Jeger :Jurnalis Bengkulu

Dalam ilmu kebijakan publik, ada jurang besar antara policy promise dan policy outcome. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu Mian periode 2025-2030 tampaknya sedang berupaya menjembatani jurang itu. Jika diukur dari data dan dampak sosiologis, program-programnya tidak berhenti di tataran seremonial, melainkan telah menjelma menjadi layanan yang dirasakan langsung.

Hasil survei Prisma Research & Strategy periode 22 Juni – 2 Juli 2026 menjadi cermin. Tingkat kepuasan kinerja Gubernur Helmi Hasan mencapai 81,2%, kepuasan terhadap Pemprov 72,8%, dengan indikator ketertiban dan keamanan lingkungan tertinggi 85,8%, telekomunikasi 76,8%, fasilitas kesehatan RSUD 71,8%, dan pendidikan 71,3%. Angka ini menempatkannya di 10 Gubernur terbaik se-Indonesia dan mengantarkannya meraih detikSumatera Awards 2026 kategori Inovasi Penggerak Konektivitas Antarwilayah di Jakarta 28 Agustus 2026.

1. Bantu Rakyat: BPJS Aktif Dalam Hitungan Jam

Program flagship 100 hari kerja pasca retret Magelang Maret 2025. Bukan sekadar janji. Warga Kecamatan Lubuk Sandi, Seluma bernama Ezi jadi bukti. Pada 8 April 2025 anaknya sakit dan harus dirawat di RS Gading Medika, belum punya BPJS. Lapor ke tim URC Bantu Rakyat, dalam beberapa jam kepesertaan langsung aktif dan bisa dipakai berobat. Layanan ambulans gratis desa/kelurahan dan sekolah gratis tanpa pungutan juga digulirkan serentak. Ini penerapan bureaucratic responsiveness, kecepatan menjadi variabel keadilan.

Editor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *