“Data dan pastikan anak-anak tersebut dapat beasiswa agar dapat memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.
Helmi juga menekankan prinsip pemerataan dalam pembangunan. Ia memastikan pemerintah tidak akan membedakan satu daerah dengan daerah lainnya.
“Setiap daerah sama, tidak ada anak emas atau anak tiri,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur dan pendidikan, Helmi meminta perhatian lebih terhadap anak yatim, termasuk mereka yang telah memasuki jenjang SMA dan belum memperoleh dukungan keluarga.
“Jika ada anak yatim tingkat SMA yang belum diangkat anak, para pejabat wajib mengangkat anak yatim,” ujarnya.
Bupati Bengkulu Utara Arie Septiadinata menyambut baik dimulainya pembangunan ruas jalan tersebut. Ia menyebut peningkatan akses jalan merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Inilah yang dinanti masyarakat Bengkulu Utara,” kata Arie.
Tokoh masyarakat Lais, Zandi, juga mengapresiasi dimulainya pembangunan. Menurutnya, ruas Simpang 4 Gunung Selan–Lais memiliki peran penting dalam membuka akses dan memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan jalan ini diharapkan menjadi pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperpendek hambatan mobilitas antarkawasan di Bengkulu Utara.













