Alaku
Alaku

LPK-RI Bengkulu Terima 8 Laporan Gangguan Kendaraan Usai Isi Pertalite, Penyebab Masih Ditelusuri

Salah satu korban BBM Pertalite mengadu ke LPK- RI DPD Bengkulu. (Foto : Hs 15/10/2026)

Bengkulu– Sebanyak delapan konsumen melaporkan gangguan kendaraan setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Bengkulu. Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPD Bengkulu menerima laporan tersebut hingga Kamis (15/10/2026). Namun, penyebab gangguan kendaraan itu masih perlu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis dan pengujian bahan bakar.

Ketua LPK-RI DPD Bengkulu, Aprianto, mengatakan dua laporan terbaru diterima pada Kamis. Keduanya berasal dari Mutia, warga Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu, dan Deki Haryadi, warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma.

Menurut keterangan Meutiah kepada LPK-RI, mobilnya mengalami gangguan setelah mengisi 25 liter Pertalite di SPBU Depati Payung Negara pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.01 WIB. Keesokan harinya, mobil tersebut masih dapat digunakan saat perjalanan dari Bengkulu menuju Kepahiang.

Namun, saat melanjutkan perjalanan menuju Kabawetan, mobil Mutia mendadak kehilangan tenaga ketika pedal gas diinjak. Ia kemudian membawa kendaraannya ke bengkel di Kepahiang.

Mutia melaporkan, setelah tangki dibuka dan bahan bakar dikuras, ditemukan endapan yang disebut menyerupai bubuk semen. Sekitar 20 liter BBM dikuras, dengan biaya perbaikan yang dilaporkan mencapai Rp700 ribu.

Keluhan serupa disampaikan Deki Haryadi. Berdasarkan pengaduannya kepada LPK-RI, mobil Deki mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite di SPBU kawasan Masmambang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma.

Deki mengaku kendaraannya tersendat-sendat saat perjalanan dari Bengkulu menuju Talo sehingga harus dibawa ke bengkel. Hingga laporan disampaikan, mobil tersebut masih dalam perbaikan.

Penulis: HasanEditor: Hasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *