Aprianto mengatakan para konsumen berharap LPK-RI menindaklanjuti laporan mereka kepada pihak terkait, terutama PT Pertamina, agar penyebab gangguan dapat diketahui dan keluhan konsumen memperoleh kejelasan.
Meski delapan laporan telah diterima, kaitan antara pengisian Pertalite dan gangguan kendaraan yang dialami para pelapor belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan kendaraan serta pengujian sampel BBM untuk mengetahui penyebabnya secara objektif.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari Pertamina maupun pengelola SPBU yang disebut dalam laporan konsumen. Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.













